Obrolan Spiritual

Sebulan lalu gue liburan ke Vietnam bersama Wiwid. Selain liburan, kami juga ingin reuni dengan Jared, guru bahasa Inggris sekaligus sahabat ketika tinggal di Tucson, USA. Kami tidak tour jauh-jauh, hanya stay di kota Saigon (Ho Chi Minh) dan sekitar delta Mekong. Di sana kami juga bertemu denga Jacob, adik laki-laki Jared. Seperti yang udah direncanain, Jared adalah tour guide kami selama jalan-jalan keliling Saigon. Dia sudah setahun bekerja di Saigon sebagai guru Bahasa Inggris.

Yang istimewa dari liburan kali ini adalah reuni dengan Jared. Sudah dua tahun kami tak bertemu. Dan yang selalu istimewa dari reuni ini adalah diskusi-diskusi kami. Wiwid, Jared, dan gue sering membicarakan banyak hal. Mulai dari budaya sampai hal-hal yang personal seperti asmara, politik, dan juga agama. Yap, kita membicarakan hal-hal yang tabu untuk dibicarakan dengan orang Amerika. Gue dan Wiwid selalu penasaran dengan Jared. Gue pikir Jared juga penasaran dengan kami. Karenanya kami senang berdiskusi. Selama tinggal di USA Jared sering main ke apartemen kami. Sering berdebat dan bercanda.

Gue dan Wiwid punya banyak kesamaan. Sama-sama perempuan, sama-sama orang Jawa, sama-sama orang Indonesia, sama-sama orang Islam, bahkan sama-sama berjilbab. Budaya yang kami pahami tak banyak berbeda, yaitu budaya ketimuran Asia. Sekalipun Wiwid telah menikah dengan orang Australia, dia tak banyak berubah. Lain halnya sama Jared, dia pria Amerika yang sangat liberal. Dia adalah keturunan Yahudi tapi tidak lagi menganut ajaran agama keluarganya. Meskipun mempercayai Tuhan, dia tidak memiliki agama (agnostik).

Berbincang dengan Jared berarti mempelajari pandangan seorang agnostik. Dia tak percaya kepada agama karena katanya agama itu dibuat manusia. Meskipun begitu, dia mengambil ajaran-ajaran yang baik dari Yahudi, Islam, Budha, dan agama lain.

“So, who is your God?”

“Humanities and Science,” jawab Jared.

Jared sudah berumur sekitar 27 tahun, selisih sekitar 4 tahun lebih tua dari gue dan Wiwid. Dia pasti sudah melewati masa kebimbangan tentang Tuhan, Agama, dan hal-hal spiritual lain. Katanya, orang Amerika, semakin berpendidikan, semakin tidak percaya agama. Mereka pikir agama itu sesuatu yang kuno dan tidak logis.

Perbicangan kembali bergulir di suatu pagi ketika breakfast. Gue, Jared, dan Jacob pergi ke toko sandwich, sementara Wiwid masih tidur. Awalnya gue bilang kalau kami terlambat bangun untuk berdoa (shalat). Jacob nanya apa aja yang jadi doa gue. Yeah, gue jawab hal-hal normal saja seperti, “Thank God, I’m still alive! Hopefully I’m doing well today.” Jared nambah pertanyaan, “To be grateful for all blessings?”

“Yes, right! Just communicate to God,” gue jawab lagi.

Kemudian aku nambahin lagi, kalau punya pacar aja harus menjaga komunikasi, apalagi punya Tuhan. Tapi tidak perlu melakukan shalat (ritual prayer) pas lagi menstruasi. Jared menimpali, “Oh, that’s strange.” Aku tambahin lagi, begitu juga untuk puasa, perempuan muslim yang lagi menstruasi nggak boleh puasa. Jared,“Because it can be dangerous, right?” Gue ngangguk aja.

Hmm, gue mikir lagi. Oh iya iya. Selama ini kalau sedang menstruasi nggak boleh puas. Kirain cuma sekedar haram. Ternyata ada hikmahnya. Kasian juga kalau cewek menstruasi disuruh puasa, udah kehilangan darah, ga boleh makan juga. Kan bisa lemes banget. Makanya diharamkan berpuasa. Oh, I just realized there’s logic  in religion rule.

Seketika gue jadi sadar. Kalau Jared itu mikir suatu ajaran agama dari logis atau tidaknya, sedangkan gue melihat dari boleh atau nggak boleh menurut Islam. Ada baiknya berpikir ala Jared. Gue teliti lagi logis tidaknya hukum Islam. Misalkan: larangan konsumsi alkohol. Alkohol kelihatan fun tapi kalau dilegalkan, apa kabar? Rokok dilegalkan di Indonesia aja udah nyengsarain banget. Di Jakarta aja orang ngrokok sembarangan, tua-muda-anak-anak, wanita-laki-laki. Paru-paru kotor. Nah, kalau alkohol dihalalkan, apa kabar Indonesia? Orang bakal mendhem dimana-mana. Logis kan kalau diharamkan? Dari sini, gue melihat agama sebagai “penjaga” dunia. Walaupun kelihatan old-fashioned, tetap saja agama mengandung banyak wisdom (kebijaksanaan).

Seperti dalam mengurus jenasah, hukumnya adalah fardhu kifayah (wajib bagi suatu kelompok). Kalau hukumnya mubah (boleh dilakuin boleh tidak dilakuin), entar kagak ada yang mau ngurusin. Kasian kan nggak ada yang ngubur jenasah. Kalau hukumnya fardu ‘ain (wajib bagi setiap orang), malah jadinya repot, satu mayat dimandikan orang sekampung. Satu mayat masak mau dikubur orang sekampung? Ga mungkin kan. So, yang paling logis memang fardhu kifayah.

Terus pas suatu malam, kita ngobrol lagi. Wiwid nanya tentang Yahudi ke Jacob. Sekalipun berulangkali dia bilang dia bukan lagi beragama Yahudi, tetep aja si Wiwid ngurek-urek. Penasaran aja. Akhirnya dapat pengetahuan kalau agama Yahudi dan Islam itu banyak samanya. Sama-sama nggak boleh makan babi, alkohol, dan yang harmful. Mereka juga punya semacam sertifikasi halal pada kemasan, disebut kosher (walaupun mungkin ada perbedaan). Mungkin karena root-nya sama kali ya. Wiwid nanya lagi, “So, if I don’t believe in Islam anymore and leave my hijab. Can I convert to Jews?”

“No!” jawab Jacob.

“Why not?”

Jacob menjelaskan Yahudi tak sekedar agama, tapi juga menyangkut ras yahudi. Orang pribumi Indonesia tidak bisa menjadi Yahudi. Hmm, agak rasis juga. Dari sisi ini, Islam atau kristen lebih universal.

Terus kata Jared. Kalau mau tahu tentang Yahudi, baiknya nonton film Fiddler on the Roof yang bercerita tentang kehidupan orang Yahudi di Rusia. Para bapak bekerja keras mencari nafkah, para ibu mengurus rumah dan anak, sedangkan para anak perempuan belajar dari ibu hingga siap menikah. Mereka menjaga tradisi dan ajaran agama Yahudi hingga akhirnya terjadi pengusiran.

Yap, dalam sejarah, orang Yahudi diusir dari daratan Eropa. Sebagian berlari ke Amerika hingga akhirnya banyak berjaya di benua baru itu. Sesekali Wiwid melempar pertanyaan kenapa banyak orang benci Yahudi. Menurut sejarah, rabi-rabi Yahudi mempengaruhi kerajaan Romawi untuk membunuh Yesus. Dengan nada bercanda Wiwid menyelutuk, “Jews killed Jesus, right?”

“Yes, we killed him.” seru Jacob.

“Why did you kill?”

“And why did you killed Chinese?” balas Jacob merujuk tragedi 1998 di Indonesia.

Ungkapan bunuh membunuh itu kami lepaskan dalam candaan. Sarkasme. Betapa bodohnya saling membunuh hanya karena urusan rasis atau diskriminasi agama. Sampai-sampai orang mikir itu disebabkan oleh agama-agama di dunia.

Gue nggak maksud menyamakan atau membandingkan kepercayaan atau agama satu sama yang lain. Tapi ini yang gue pelajari dari obrolan dengan Jared dan Jacob. Gue menghargai jati diri mereka yang berdarah Yahudi. Secara personal gue nggak benci keturunan Yahudi sekalipun gue menentang kependudukan orang Yahudi atas Palestina (atas alasan kemanusiaan). Gue juga menghargai pilihan mereka menjadi agnostik walaupun gue tetap dengan iman gue.

Belajar dari agama/keyakinan lain bukan hal yang salah untuk saling memahami. Intinya, jadi orang agnostik atau religious, yahudi atau non-yahudi, semuanya terserah aja dan pilihan masing-masing. Semoga orang saling menghormati. Nggak ada agenda untuk saling membunuh.

Leave a Comment

Filed under Campur-campur

Sambal Goreng Telur Puyuh ala April

Last Ramadan (September) I read article about food recipes that written by Budi Sutomo, a nutritionist. The image of food looks delicious. I wish I had time to cook.

Finally, last week my roommate helped me to find its ingredient in traditional markets. We went to Pasar Rawasari and found “kapri” (kind of bean) and “santan segar” (fresh coconut milk). Then, we went to Pasar Paseban and bought “telur puyuh”. We cooked in home together.

Here they are recipes of Sambal Goreng Telur Puyuh and its ingredients.

Ingredients:

20 telur puyuh (quail eggs)
300 ml santan (coconut milk)
100 g kapri beans
1 teaspoon cooking oil

8 red chili pepper
2 red chili pepper, dice it
8 siung bawang merah (onions)
5 siung bawang putih (garlic cloves)
2 salam leaves (bay leaves)
2 cm lengkuas (galangal), crush it
sugar
salt

Steps:

  1. Boil the quail eggs, drain it, and peel the skins. Save it.
  2. Dice and crush onions, garlic, and 8 red chili peppers.
  3. Heat oil in frying pan. Fry slowly the diced onions, garlic, and peppers. Add galangal and bay leaves until it produces good smell (harum).
  4. Add coconut milk and cook until boiling.
  5. Add kapri beans, quail eggs, 2 diced red pepper, salt, sugar, and cook it all until the flavor get right.
  6. Pour it in the bowl and serve.

Pictures:

It was my first attempt for sambal goreng. Taste was delicious even though the coconut milk could be join well with oil (santan pecah). Hehe…

Sambal Goreng Telur Puyuh in My Frying Pan

Sambal Goreng Telur Puyuh in My Frying Pan

Served in My Favorite Bowl

Served in My Favorite Bowl

Kacang Kapri

The green one is kacang kapri or kapri beans

Tips: Telur puyuh can be replaced by shrimp, “tempe”, or tahu”. Kapri beans can be replaced by French beans (buncis).

Adapted from Budi Sutomo’s recipe (Indonesian nutritionist)

Leave a Comment

Filed under Culinary

Kuliner : Nasi Timbel Komplit R.M. Suhariasih

I used to go to the Suhariasih’s restaurant (Rumah Makan Suhariasih) when I lived in Depok. It is located at Jalan Lenteng Agung, before Jalan Margonda Raya (from Jakarta-Depok route) and closes to Universitas Indonesia’s gate.

I loved to go there because the restaurant has comfortable environment. Its interior was designed with Javanese style. I didn’t mind to spend a hour in the restaurant. Even I used to study or read books on there while enjoying my food. Their staffs was friendly and nice too.

I visited the restaurant again few days ago. I ordered my favorite menu, Nasi Timbel Komplit packaged with Sayur Asam. It consists of rice, tempe, tahu, chicken, sambal, and lalapan. There are two kinds of sambal – sambal goreng and sambal kecap. The sayur asam is also nice and fresh. The flavour is sour enough, but not really sour. I also ordered tea as my beverage. Here they are pictures of Nasi Timbel Komplit and Sayur Asam from Rumah Makan Suhariasih.

Nasi Timbel Komplit

 Nasi Timbel Komplit

 

Sayur Asam

 Sayur Asam

 

Saya sering ke Rumah Makan Suhariasih ketika masih tinggal di Depok. Lokasinya di Jalan Lenteng Agung sebelum Jalan Margonda Raya (dari arah Jakarta menuju Depok) dan dekat dengan gerbang utama Universitas Indonesia.

Saya suka pergi ke rumah makan ini karena lingkungannya yang nyaman. Desain interior ruangannya bernuansa Jawa. Kadang juga ada alunan musik Jawa yang menenangkan. Saya sering menghabiskan waktu beberapa jam di sini. Bahkan kadang saya belajar dan membaca buku di sana. Pelayan-pelayan di sana juga ramah dan asyik. Kadang saya ajak ngobrol.

Terakhir saya mengujungi Rumah Makan Suhariasih beberapa hari lalu. Saya memesan menu favorit saya, yaitu paket Nasi Timbel Komplit plus Sayur Asem. Paket itu terdiri dari nasi yang dibungkus daun, tahu, tempe, ayam, sambal, dan lalapan. Ada dua macam sambal yang disediakan, yaitu sambal goreng dan sambal kecap. Sayur asamnya terasa cukup asam dan segar. Saya juga memesan teh hangat yang beraroma khas. Semuanya habis tidak lebih dari Rp 30.000. Cukup terjangkau untuk suatu menu paket makanan yang hampir memenuhi kriteria “Empat Sehat Lima Sempurna” (minus susu). ^_^

Leave a Comment

Filed under Review

Dear 2012!

Please be good to me…

 

Leave a Comment

Filed under Campur-campur

Kangen Fasilkom!!!

Today I visited my campus in Depok. I took some pictures of new building. That’s new luxury library.

Beautiful Place!!!

However, I felt something different with my campus. When I entered Fasilkom (my faculty), nobody say hello to me. I didn’t see someone familiar for me. I mean I didn’t find my college friends. Made me so loney :(

Ya allah, I’m missing this guys so bad! Our smile was so amazing!

KANGKUNG, Class of 2007!!! Maaf, ada yang jidat doang, haha

KANGKUNG, Class of 2007!!! Maaf, ada yang jidat doang, haha

With Cumlauders :)

With Cumlauders :)

Si Ersa yang Pintar dan Cumlaude ^^

Si Ersa yang Pintar dan Cumlaude ^^

My Team and Lecturers After a Presentation

Bapak-bapak Dekan yang Ganteng

Bapak-bapak Dekan yang Ganteng

Maly's Team Prepared Presentation

Maly's Team Prepared Presentation

Celebrating Renjay's Birthday

Celebrating Renjay's Birthday

Henry and friends

Henry and Friends

Kuliah Terakhir di Fasilkom

Kuliah Terakhir di Fasilkom

Kala Cumi Menggoda :)

Being Pager Ayu in a Wedding Party

Being Pager Ayu in a Wedding Party

2 Comments

Filed under Campur-campur

My TravelList of 2012

Many young people love to travel this world. Me too. And Why not? I only live once in this damn beautiful world. I have to know and visit lots of amazing places as much as possible. Kinda ambitious about traveling even I know I have no enough time and MONEY :)

Well, I wanna review my achievement in 2011 about traveling. They are Thailand and Bali. Hah, I only traveled two new places. I had many reasons why the hell is only two? Actually, I would joined an international conference in Russia. But I was not selected to be participant and so busy with my mini-thesis of Bachelors Degree. However, I have no regret because I got my Bachelors Degree successfully. Of course, I can go to Russia someday.

And in the end of 2011 I like to travel Surabaya to visit Bromo then go to Kawah Ijen. My Spanish teacher told me that Bromo and Kawah Ijen are wonderful mounts. I had enough money from my part-time jobs. I could go there on a weekend of December. But December is month of sadness. My dentist took one of my strong tooth. Ahhhh, so painful!!! And then hospital bill was coming.. Ahhh, damn so expensive!!

I spent millions Rupiah for dentist and medical services. It means I have to cancel my trip to Bromo-Kawah Ijen. I will stay in Jakarta during New Year Eve, even can’t celebrate sale price. Because I have no money anymore :(

Well, I save my desires of traveling until 2012. I need to plan my travel better than 2011. I have contraints about money and time (I only have “cuti” for 14 days/year to get off workd). I join in Backpackerseru.com and group of my classmate that love to travel. Here are my Travellist for 2012:

Destination Time How to Go There??
Lembang, Bandung, West Java, Indonesia 21 Jan – 23 Jan There is an agenda of my office to have gathering in Bandung. No need any budget because my office will reimburse it. No need ask permission of my boss because he will join. I would love to go. Insyallah jadi :D
Yogyakarta, Indonesia 23 March -25 March My gang of my college plan a trip to go there. Well, I have visited Yogyakarta many times. But I never get bored in the city. ^^
Barcelona, Spain 14 July-15 July I wanna attend a international conference of electronic government. It will be held in ESADE, one of the best business school in Europe. It will be useful for my career and academic achievement. Moreover, I can meet my lovely Spanish friends, Lucia and Christina. Oh, I don’t mind to spend my cuti for Spain. It will be fun. The commitee of conference already accepted my abstract. Now I have to write the full paper of my research. Oh, I will fight for it!!
Islamabab, Pakistan Around November My Pakistani friend ask me to attend an internation conference about culture exchange. Some of my friends already joint in, but I just absent myself due to my projects. So, I won’t miss it. Pakistan sounds interesting! ^^
Weh Island, Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia Around New Year Eve I wanna celebrate NYE in Weh Island. It’s the westest area of my country. I can visit Tugu Nol Kilometer. I can do diving and exploring the beauty of sea and coral. I want visit Tsunami Museum too. I’m not afraid of tsunami because my ancients are sailer. I already call a travel aceh that driven by Acehnese boys. I would love to promote their tourism. I want Aceh!!!
Bromo-Kawah Ijen, East Java, Indonesia Tentative May God give me friends, “rejeki”, and good time to go there.
Bali, Indonesia Before August I wanna visit my family in Bali. 
Solo, Indonesia During Ramadhan holidays Of course, I will go back to my hometown and meet lots of family and friends. Can’t wait
?? ?? ??
?? ?? ??
 I like to add the list. Any suggestion?

Leave a Comment

Filed under Campur-campur

Cuando Me Enamoro (Ketika Aku Jatuh Cinta)

I’m addicted to a romantic song. It’s Enrique Iglesias and Juan Luis Guerra’s. At the first I didn’t know the meaning because it is in Spanish. But the song sounds good to my ears. I searched its translation in English. That’s really romantic. And kinda similar to my story. Oh no, it’s really similar to what I feel when I was falling in love with some boys at the past :P

When you love someone, you would love to do many things for him/her. But you can’t make it happen somehow. In this life, sometimes love is desperation. -.-

Here I give translation in Bahasa Indonesia…

Cuando Me Enamoro (Ketika Aku Jatuh Cinta)

Si pudiera bajarte una estrella del cielo         (Andai aku bisa mengambil bintang dari langit untukmu)
Lo haría sin pensarlo dos veces                        (Aku tidak akan berpikir dua kali untuk melakukannya)
Porque te quiero, ay                                              (Hanya karena aku cinta kamu)
Y hasta un lucero, ay                                             (Dan aku akan meraih planet-planet)

Y si tuviera el naufragio de un sentimiento (Dan jika aku tenggelam dalam suatu perasaan)
Sería un velero en la isla de tus deseos          (Aku ingin berlayar ke pulau yang terdekat dari keinginanmu)
De tus deseos, oh                                                    (Dari keinginanmu, oh)

Pero por dentro,                                                     (Tapi jauh dalam lubuk hatiku)
Entiende que no puedo                                        (Aku mengerti aku tidak bisa melakukannya)
Y a veces me pierdo                                              (Membuatku jadi kehilangan diriku sendiri)

Cuando me enamoro                                             (Ketika aku jatuh cinta)
A veces desespero cuando me enamoro      (Aku merasa putus asa ketika aku jatuh cinta)
Cuando menos me lo espero me enamoro   (Ketika aku mulai berharap sedikit, aku jatuh cinta)
Se detiene el tiempo                                              (Waktu terhenti)
Me viene el alma al cuerpo                                 (Jiwa masuk ke dalam tubuh)
Sonrio, cuando me enamoro                             (Aku tersenyum, aku telah jatuh cinta)

Si la luna sería tu premio                                   (Jika bulan bisa jadi hadiahmu)
Yo juraría hacer cualquier cosa                     (Aku bersumpah akan melakukan apapun)
Por ser tu dueño, oh                                            (untuk menjadikannya milikmu)
Por ser tu dueño, oh                                            (untuk menjadikannya milikmu)

Y si en tus sueños escuchas el llanto de mis lamentos (Dan jika dalam mimpimu kamu mendengar suatu tangisan dukaku)
En tus sueños no sigas dormida                       (Maka bangunlah dari mimpimu)
Que es verdadero, ay                                            (Itu adalah kenyataan)
No es un sueño, no                                                 (Itu bukan sebuah mimpi, bukan)
Me alegro que a veces el final                            (Dengan hati bahagia pada akhirnya)
No encuentres un momento                              (Aku tidak datang pada suatu momen)

Cuando me enamoro                                             (Ketika aku jatuh cinta)
A veces desespero cuando me enamoro      (Aku merasa putus asa ketika aku jatuh cinta)
Cuando menos me lo espero me enamoro   (Ketika aku mulai berharap sedikit, aku jatuh cinta)
Se detiene el tiempo                                              (Waktu terhenti)
Me viene el alma al cuerpo                                 (Jiwa masuk ke dalam tubuh)
Sonrio, cuando me enamoro                             (Aku tersenyum, aku telah jatuh cinta)

 

The video clip:

Versi piano-nya:

Leave a Comment

Filed under Spanish

El Seis de Deciembre

Yes, hari ini tanggal 6 Desember 2011. Nothing special. It’s pretty bad day.
I almost died at the afternoon because I got toothache and of course so much broken-heart.
What a combination!

Dokter mengoperasi saya dan saya tidak bisa membayar tagihan ataupun menebus obat. Tak seorang pun mau tahu dan peduli.
Benar-benar hari terburuk dan menyedihkan.

However, I have to say, “THANK GOD!!”
Because at least I AM STILL ALIVE.
And I know I don’t need to be afraid about tomorrow or anything in this world.
Because nobody guarantee that tomorrow will be exist.

I don’t hope someone will help me anymore. Because it’s gonna be useless.

I’m still hoping God to send me solutions.

I wanna speak to Him without Salat. But I know He read this :)

Just enjoy and enjoy this damn life until die!
For me, the only way to be survive is believing in God!
In fact, you can’t believe in somebody anymore,
but remember, You can believe in Good to be stronger!

I don’t understand why some people are atheism. But maybe their life are always as easy as heaven.

Damn! I live in perfect Earth! 50% is like paradise, 50% is like hell.

So, I can feel that I’M STILL ALIVE!

2 Comments

Filed under Campur-campur

The Quote of the Day: La Vida

“La vida es como cocinar: antes de escoger lo que nos gusta, hay que probar de todo.” (Paulo Coelho)

“Hidup ini seperti memasak: sebelum tahu apa yang kamu sukai, kamu perlu mencoba banyak hal.” (Paulo Coelho)

Leave a Comment

Filed under Campur-campur

“Soy una Chica de Biclicleta! Akulah Gadis Pesepeda!”

I don’t use bus because I’m a biker girl! Soy una chica de bicicleta!” (Aku bukan pengguna bis karena aku gadis sepeda. Akulah gadis pesepeda!)

Begitulah jawaban Lucia, teman sekelasku dari Spanyol, ketika ditanya tentang rute bis Sun Tran di Kota Tucson. Dia menjelaskan dia jarang naik bis dan lebih sering menggunakan sepeda untuk berpergian.

Kala itu aku sedang mengikuti summer course untuk meningkatkan bahasa inggrisku di Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Di kelas aku berteman dengan Lucia dan Christina yang berasal dari Madrid, Spanyol. Suatu hari di kelas aku harus menggambarkan karakter Lucia. Aku terlihat bingung dan dia bilang, “Come on! You can use a bike as my icon. You know I love cycling. It’s so fun!”

Lucia sangat percaya diri dengan sepedanya. Dia sering menenteng helm ke kelas. Aku dengar di Madrid orang sudah nyaman terbudaya untuk bersepeda. Hmm, lama-lama aku terinspirasi untuk ikutan. Akhirnya aku menyewa sepeda dari apartemen. Harga sewanya US$ 100. Woww! Lumayan mahal. Tapi katanya uang sewa akan dikembalikan 100% ketika sepeda dikembalikan lagi dalam keadaan baik. Bisa dibilang itu hanya jaminan. Wah, asyiknya sewa gratis!

Ini Dia Sepeda Sewaan dari The Sahara Apartment

Ini Dia Sepeda Sewaan dari The Sahara Apartment

Sebelumnya aku ke kampus diantar mobil shuttle yang disediakan apartemen. Jika aku melewatkan shuttle, aku harus berjalan kaki antara kampus dan apartemen. Sejak ada sepeda, transportasi jadi lebih mudah. Aku bisa ke kampus atau pulang kapan saja tanpa bergantung pada shuttle.

Serunya lagi, ternyata sepeda boleh dimasukkan ke dalam bis Sun Tran tanpa biaya tambahan. Jadi kalau capek bersepeda jarak jauh, bisa naik bis juga. Ada rak khusus untuk menaruh sepeda di dalam bis. Anehnya lagi, rak sepeda itu berada di bagian depan bis.Hanya dengan tiket bis US$3, aku bisa bersepeda dan menjelajah kota Tucson seharian. Makin lama aku semakin senang bersepeda, didukung kenyamanan jalan kota yang bagus.Suatu hari ketika sedang bersepeda, ada sopir taksi yang tersenyum membuka pintu jendela mobil dan melambaikan tangan padaku. Dia memberiku jalan untuk bergerak lebih dahulu. Oh, suasana yang sangat ramah untuk bikers!

Bis Sun Tran yang dilengkapi Rak Sepeda

Bis Sun Tran yang dilengkapi Rak Sepeda

Tetapi “ramah” itu hanya jika kita patuh aturan. Suatu ketika aku lupa aturan bahwa kalau di sana orang harus berkendara/berjalan di sisi kanan. Biasanya kan di Indonesia di sisi kiri. Aku salah masuk jalur dan juga salah baca tanda jalur sepeda. Akibatnya aku nyaris terseret truk besar. Sang sopir truk kaget sekali dan memencet klankson. OMG! Aku shock bukan main. Untungnya tidak apa-apa. Hmm, sedikit melanggar saja bisa nyaris double celaka. Pasalnya biaya pengobatan di Amerika kan mahal sekali dan lagi denda bagi pelanggar lalu lintas sangat berat. Tentu polisinya juga nggak bisa disuap. Amit-amit deh kalau sampai urusan sama polisi Amerika. I experienced it! I learn it!

Ketika pulang ke Jakarta, aku sedih tidak bisa bersepeda lagi. Aku pikir banyak jalanan Jakarta tidak aman untuk bikers. Tidak ada jalan khusus dan pengendara kendaraan motor banyak melanggar aturan. Terlihat berbahaya.

Tapi aku sudah terlanjur suka bersepeda dan ingin Jakarta ramah terhadap bikers. Barangkali bisa seperti Tucson, atau bahkan kota metropolitan sekelas Barcelona dan Madrid yang sangat nyaman untuk bersepeda. Caranya adalah dengan membudayakan bersepeda. Menjadikan sepeda sebagai tren. Lama-kelamaan orang confident untuk bersepeda karena banyak yang pakai sepeda. Baru kemudian menuntut pemerintah menyediakan fasilitas pendukung bikers.

Aku menyisihkan uang jajan tabungan untuk beli sepeda. Di bursa barang bekas online, aku mencari sepeda bekas dengan style feminim tapi aman, bagus, dan kuat. Tentu saja harganya harus murah. Alhamdulillah, akhirnya dapat sepeda itu. Senangnya lagi adalah kampusku UI di Depok ternyata telah menyedikan jalur khusus sepeda. Jadi sangat membantu. Aku bisa bersepeda di kampus UI dengan perasaan yang sama nyamannya dengan di kota Tucson. Bahkan lebih nyaman karena sepedaku sendiri dan lingkungannya lebih tropis ala Indonesia.

Setelah aku lulus kuliah dan bekerja di Jakarta Pusat, aku berpindah rumah ke daerah yang dekat dengan kantor. Aku tetap bersepeda. Sedikit demi sedikit aku mulai berani bersepeda di lingkungan zona Jakarta yang menantang. Aku belajar bagaimana merasa nyaman dan confident bersepeda. Aku mengarisbawahi tips berikut agar anda menjadi confident bersepeda di Jakarta:

  • Pilihlah sepeda bagus yang nyaman dan aman. Sepeda yang bagus tidak berarti yang mahal. Sepeda bekas pun boleh jadi asal terawat. Anda harus cinta pada sepeda Anda terlebih dahulu agar confident.
  • Perhatikan peralatan dan asesoris pendukung keselamatan. Utamanya adalah helm, lampu, dan kunci gembok.
  • Patuhi dan pahami aturan lalu lintas.Banyak orang melanggar aturan lalu lintas seperti menerobos jalur busway atau trotoar ketika macet. Ini adalah budaya yang salah dan berisiko kecelakaan. Jadi, sebaiknya bermain aman dan mengurangi risiko.
  • Hormatilah pejalan kaki. Jangan suka mengkorupsi trotoar. Jika mereka hendak menyebrang, berilah kesempatan sambil melempar senyum ramah. Pejalan kaki juga punya hak untuk merasakan kenyaman di jalan.
  • Nikmati saat bersepeda dengan baik. Tidak tergesa-gesa. Tidak menggunakan earphone/headseat agar pendengaran tidak terganggu. Tidak menaruh beban berat di punggung supaya rileks.
  • Lebih baik bersepeda pagi dan sore hari agar tidak kepanasan disengat mahatari. Barangkali juga perlu memakai pakaian tertutup, masker, atau sunblock untuk melindungi kulit.
  • Pahami rute-rute rawan kemacetan dan jamnya beserta jalur alternatifnya. Tentu ada lebih banyak jalur alternatif untuk sepeda, daripada untuk mobil. Suatu keuntungan jika bisa mencari shortcut lewat gang-gang kecil.
  • Bergaya dan gaul! Bergabung dengan komunitas bikers. Ikut event seperti Car Free Day. Jadinya merasa nggak sendirian.

Oke, sementara ini saja.^^

And now I am proud to say, “Soy una chica de bicicleta! Akulah gadis pesepeda!”

Cheers!

// Actually, I wrote it for a competition about cycling. But I think I lose. —_—

Leave a Comment

Filed under Campur-campur