Posted in Campur-campur

Kekuatan Sebuah Doa

Percaya nggak sama doa? 

Percaya nggak percaya lah ya, tergantung kondisi iman. Gue sendiri sering ngrasain kuatnya beberapa doa yang pernah gue panjatkan. Kebanyakan doa gue sih berisi permintaan ini permintaan itu. Kadang terkabul dengan jelas, kadang terkabul secara tersirat dalam takdir yang baik. Yap, intinya sih gue meyakini hampir semua doa gue terkabul. Yang nggak terkabul itu kadang doa-doa gue yang jelek, yang kadang gue utarakan kalau lagi marah atau ngambek sama orang. Gue ngedoain dia yang jelek-jelek. -_-

Di sini gue mau curhatin beberapa doa gue yang terkabul. Dan entah kenapa gue merasa doa itu sangat berefek. Contohnya waktu gue kuliah di Kampus UI Depok, sekitar tahun 2008. Sebagai anak rantau, kehabisan duit adalah hal yang lumrah. Suatu malam gue bingung mau makan apa. Uang saku gue tinggal kurang dari 10 ribu kalau nggak salah. Gue nggak punya keluarga di sekitar Jabodetabek, jadi nggak bisa numpang makan. Gue galau mau telepon minta kiriman uang apa enggak. Soalnya, gue dulu udah janji nggak bakal banyak ngrepotin keluarga kalau diizinin kuliah di UI. Kadang-kadang gue dapat part-time job buat ngelesin anak SMA. Tapi waktu itu lagi sepi. Jadinya, gue waktu itu hanya termanggu di tangga Asrama UI. Dalam hati gue pun curhat sama Gusti Allah malam ini.

Tak lama setelah itu, datang seorang temen gue nyamperin gue yang termenung. Sebut saja namanya Ayu. Dia menanyakan beberapa tugas kuliah. Ngobrol ngalor-ngidul di tangga asrama. Gue mau curhat sama Ayu kalau duit gue habis, tapi nggak berani. Tak lama kemudian, ada cewek memanggil Ayu dari jauh dan nyamperin.  Ayu yang ceriwis langsung ngobrol sama cewek itu. Gue sih nggak kenal, jadi cuma senyum memperhatikan. Ternyata, si cewek itu bawa nasi kotak dari suatu acara dan nasi itu diberikan ke Ayu. Ayu bilang makasih, terus cewek itu pergi ke kamar asramanya.  Tak disangka Ayu bilang ke gue, “April, mau nggak nasinya? Ayu udah makan malam, buat April aja deh!”

Tentu saja gue terima dengan sangat bersyukur. Gue sangat terharu. Nasi kotak mungkin tak sebegitu berharga buat orang lain di saat yang lain. Tapi saat itu gue merasa doa gue bener-bener dikabulkan. Rasanya bahagia banget. Kelihatannya mungkin seperti kebetulan. Tapi apapun itu gue percaya doa gue didengar.

Setelah pengalaman bokek malam itu, gue masih dihantui pertanyaan, “Mau makan apa? Duit tinggal segini?”

Keesokan harinya gue diajak jalan sama temen gue yang lain. Sebut saja namanya Emma. Si Emma bilang dia bosen di Asrama melulu. Dia pengen ditemenin makan bakso di gang Senggol Pocin. Sebenernya gue mau menolak karena duit gue tinggal dikit. Tapi entah kenapa gue mengiyakan. Jadilah kami makan bakso berdoa. Gue sambil berdoa, semoga duit gue cukup. Selesai makan bakso, si Emma bilang, “April, kali ini gue yang traktir ya! Makasih udah ditemenin ke sini.”  Syukurlah, selalu ada rejeki untuk anak yang inshallah soleh XD.

Rasa galau nggak bisa makan itu sedikit hilang setelah gue dapat SMS dari seorang kakak kelas. Beliau menanyakan nomor rekening karena ternyata aplikasi beasiswaku diterima. Gue pun membalas dengan sangat bahagia. Beberapa hari kemudian, gue mengecek rekening. Ada duit 300 ribu masuk. Alhamdulillah. Gue pun mengirim SMS ke kakak kelas kalau gue udah dapat transferan 300 ribu. Kakak kelas itu membalas, “Lho Pril! Uang beasiswanya x,y juta, belum saya transfer”.

Usut punya usut ternyata duit 300 ribu itu duit dari nyokap.  Alhamdulillah, selamet. Gue seneng dapat transferan tanpa harus meminta ❤

Nah, doa yang gue panjatkan, nggak melulu soal hidup yang penuh kebokekan. Kadang gue minta sesuatu yang agak ambisius. Kadang juga hal sepele, tapi nggak kalah penting. Misalnya, waktu mau pindah ke Finlandia bulan Oktober 2016. Gue berdoa banget biar gue dapat roommate yang baik. Berkali-kali berdoa.

Masalah roommate mungkin hal yang sepele. Tapi gue bener-bener nggak mau punya masalah dengan roommate. Waktu itu gue sudah kebanyakan masalah, dengan temen-temen gue, baik yang di Indonesia maupun beberapa orang di Jerman. Jadi, gue bener-bener pengen memulai hidup yang baik di Finlandia. Gue tahu harus lebih selektif milih teman dan juga belajar lagi berteman yang baik.

Hampir semua mahasiswa di Finlandia yang tinggal di apartment ala student housing harus berbagi apartment dengan yang lain. Gue tahu gue bakal punya 2 roommate yang lain. Beberapa teman yang sudah di Finlandia curhat soal masalahnya dengan roommate. Kan kayak gitu, bisa bikin nggak nyaman di apartment.

Alhamdulillah, setelah pindah, ternyata gue dapat 2 roommate orang Finlandia yang baik dan asyik. Yang satu mahasiswi Arsitektur dan yang satunya lagi mahasiswi Biologi. Kami kadang berbagi makanan. Kami saling bantu. Sewaktu gue ke Jerman selama seminggu, mereka menyiram tanamanku secara rutin. Jadi, pas aku balik, rimbun banget tanamanku. Alhamdulillah ya.

Dari semua itu, gue meyakini doa punya kekuatan yang berpengaruh ke hidup kita.  Maksud gue, ada Dzat yang Maha Kuat yang ngabulin doa itu.  Asalkan sungguh-sungguh berdoa, inshallah dikabulkan.

Advertisements

Author:

Just April.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s